Postingan

Perkembangan Musik Indie di Indonesia

Wawancara diambil dari skripsi: Fajar Arifan (Mahasiswa Musik Universitas Pelita Harapan & Drummer Stepforward) tentang “Dampak Musik Indie Bagi Perkembangan Industri Musik Indonesia ”     Lampiran 3   FIELD NOTES   Topik         : Perkembangan Musik Indie di Indonesia Hari/Tgl     : Jumat/ 7-April-2005 Informan     : Wendi Putranto a.k.a Wenz Rawk Pekerjaan    : Editor Rolling Stone Magazine & Manager The Upstairs Jenis          : Wawancara     Apakah definisi dari musik indie menurut anda? Sebenarnya menurut saya, musik indie sebagai aliran atau genre musik itu “not even exist” ( tidak ada-red), karena yang disebut musik indie itu adalah untuk membedakan antara yang mainstream dengan indie. Jadi musik indie adalah istilah untuk membedakan antara musik yang dimainkan oleh musisi profesional dengan musisi amatir. Tapi yang pasti indie adalah gerakan bermusik yang berbasis dari apa yang kita punya, do it yourself , etika yang kita punya mulai dari merekam, mendistribusikan dan

Panel Discussion: "Indie Music Overrated?"

Start:      May 26, '06 7:00p End:      May 26, '06 9:00p Speakers: Wenz Rawk - Rolling Stone magz & The Upstairs manager Robin Malau - Soda Music Management Juan Rosyid - EMI Music Indonesia Friday, May 26th 2006 Aksara Bookstore, Kemang, Jakarta 7 - 9 PM

Crazie Jamie

Dua hari lalu gue baru nonton DVD Munich.Really awesome movie! Pembasmian gerombolan Black September yang melakukan teror di Olimpiade Munich 1972. Walau gue agak salah mengira juga bahwa yang melakukannya ternyata bukan gerombolan Baader Meinhoff tapi justru ekstremis Timur Tengah aka PLO. All in all, film ini justru jauh lebih keren dari MI:3 yang malah membosankan buat gue, terlepas dari pesan-pesan pro Tel Aviv yang memang seakan nggak bisa dilepaskan dari karya-karya Spielberg (Schindler's List, anyone?).  Tadi sore Adib nongol di Metro TV "Showbiz News" untuk ngereview Stadium Arcadium (RHCP) yang sebenernya emang belum rilis secara resmi disini. Dia ngasih 4 bintang untuk dobel album RHCP itu yang beruntung udah dia denger dari advance CD yang dipunya Warner Music Indonesia. Saking rahasianya advance CD ini nggak boleh dipinjem dan mesti dikawal sama orang Warner sendiri kalo mo ngedenger! Walhasil dibawa serta pulalah itu orang Warner ke Studio Metro TV hahaha...

Rolling Stone's Tokyo, Japan Journey

Gambar
Stay awake before leaving Tokyo First trip to Japan. 7 November 2005. Melakukan reportase untuk konser Fort Minor (Mike Shinoda's side project) di Yokohama. Hari pertama berada di Jepang gue frustasi karena melakukan komparasi dengan negeri sendiri. Hari kedua makan mie babi yang rasanya enak sekali. Kata siapa hujan batu di negeri sendiri lebih menyenangkan?

Rolling Stone's Munich, Germany Journey

Gambar
Pemandangan dari kamar Steve, gitaris Scorefor yang berada di Sachencame, kaki pegunungan Alpen, Jerman. Foto-foto perjalanan pertama gue di Eropa. Melakukan reportase untuk scene punk rock/metalcore Jerman atas undangan Modern Noise, sebuah label rekaman independen. Ya, indie label! You know how rich they are? Very! The trip was a blast, first time snowy experienced!

Back To Blog

Menulis di blog ini terakhir kali gue lakukan bulan Oktober tahun lalu. Pemalas bukan kata yang tepat untuk mendeskripsikannya, kesibukan deadline tingkat tinggi adalah alasannya. Tapi setelah baca jurnal di blog si Playboy Soleh kok rasanya fun banget yah? Nggak tau apa yang terjadi nanti, apakah konsistensi menulis di blog ini bakal terjaga atau cuma basa-basi. Well, I'm back, guys! Dengan penuh dendam...hahaha..... Hari ini di Rolling Stone berjalan cukup menyenangkan. Ricky ulang tahun ke-30 yang mana ultahnya berbarengan dengan HUT Karl Marx! (Happy Marxday, boy!) Ada cheese cake yang rasanya gokil dengan strawberry nan segar. Jimi Multhazam (The Upstairs) bakal dateng untuk diwawancara sama Ricky untuk rubrik Q&A edisi Juni 2006. Dan gue baru aja dapet telepon dari seorang Program Director salah satu radio terkemuka di Jakarta yang berniat untuk menjadikan Jimi salah satu penyiar jam prime time di radio mereka bersama seorang anak band gila juga. Anyway, agak ribet juga s

BIADAB STUDY TOUR 2005

Gambar
  Oleh: Wenz Rawk*     Apa yang bisa lebih menarik daripada sebuah aktivitas touring ? Jalan-jalan gratis, konser dihadapan ribuan massa penonton, berdansa dan sing-a-long bareng fans , meet & greet , konferensi pers, after show party , meniduri groupie , menghancurkan kamar hotel, merayu pramugari sampai menyatroni lokalisasi prostitusi. Semua impian indah gaya hidup rockstar kayaknya jadi cita-cita hampir semua band di dunia. Well, goddamit, get a life ! For the truth, touring life on the road was not that easy. It’s not a-sex-drugs-rock- n-roll-trip-all-night-long-thing. Jangan pernah percaya keindahan tur Motley Crue atau Pantera dalam DVD! It’s all propaganda, honey. Marketing tools! Minimal tidak selamanya hidup di jalanan itu begitu menyenangkan. Mengutip istilah yang sempat diucapkan jurnalis musik senior Remy Soetansyah, tur itu bisa sangat biadab!   Yeah, it’s a Biadab Study Tour 2005! Sebuah telaah makro dan dangkal dalam mempelajari tur konser di Indonesia .   Tur